Selasa, 06 November 2018

Tips Mengatasi Karyawan Yang Susah Diatur | Konsultan Bisnis dan Manajemen

KONSULTAN BISNIS MANAJEMEN

KONSULTAN HOTEL & RESTORAN

TERNAMA, +62  0813-9864-6177. Tips Mengatasi Karyawan Susah Diatur.

Konsultan Bisnis, Konsultan Hotel, Konsultan Bisnis Hotel, Tindakan Dalam Mengelola Kinerja Karyawan, Mengelola Kinerja Karyawan, Konsultan Bisnis Perhotelan, Mengelola Disiplin Karyawan, Konsultan Hotel Surabaya, Konsultan Bisnis Yogyakarta, Konsultan Hotel Semarang.




Mengatasi Karyawan Susah Diatur - Bisa jadi sebagian para Karyawan dalam suatu perusahaan begitu senangnya bekerja, sementara sebagian lainnya tidak. Mengapa ada yang sulit atau kurang bergairah bahkan sebagai penganggu suasana kerja. Misalnya sulit mengerti dan memahami kehendak pimpinan, sulit diatur, sulit bekerjasama, sulit untuk disiplin, sulit bekerja rapih, dsb. Berdasarkan hal itu maka ada beberapa tipe karyawan yang tergolong sulit antara lain adalah pengertak atau pengganggu, pengeluh, penunda pekerjaan,  sok mengetahui segalanya, pendiam, apatis, sensitif berlebihan dan manipulator.

Namun banyak juga dari karyawan bias mengatakan yang sulit sebenarnya manajer pegawai, bukan karyawan. Kalau  terjadi saling mencurigai maka berarti ada yang salah dalam perusahaan, pribadi pimpinan, dan juga pribadi karyawan. Artinya dilihat dari sisi perusahaan dan pimpinan ada suasana kerja yang tidak menyenangkan. Apakah karena faktor gaya kepemimpinan, imbalan, atau fasilitas kerja. Sementara  dari pribadi karyawan berarti ada motivasi dan kepuasan kerja yang kurang. Kalau hal itu dibiarkan maka pada gilirannya akan menimbulkan kinerja karyawan dan perusahaan yang rendah.

Mengapa strategi meningkatkan produktivitas kerja karyawan sangatlah penting untuk Anda pikirkan? Produktivitas karyawan adalah tumpuan utama dalam bisnis Anda. Tanpa karyawan yang produktif, bisnis Anda beresiko macet atau bahkan berhenti. Bayangkan jika tim marketing yang harusnya melakukan penjualan tiba-tiba bolos selama berminggu-minggu. Tentu, omzet bisnis Anda akan menurun secara perlahan.
Atau, customer service Anda yang harusnya melayani pelanggan secara ramah, tiba-tiba bekerja setengah-setengah dan meluapkan amarah ketika menerima komplain dari pelanggan. Tentu citra perusahaan Anda akan turun di mata pelanggan.
Ingat: buruknya kinerja karyawan akan berpengaruh buruk terhadap roda bisnis yang Anda jalankan. Karena itulah, memacu semangat dan produktifitas karyawan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Sebelum menjelaskan strategi meningkatkan produktivitas karyawan,  coba Anda analisis kira – kira karyawan Anda termasuk karyawan produktif atau sebaliknya
1. Produktivitas Karyawan Berdasarkan Kehadiran
Ciri utama karyawan yang produktif dapat dilihat dari laporan kehadirannya. Jika terbebas dari bolos, otomatis karyawan tersebut berpeluang memiliki produktifitas kerja yang tinggi. Sebaliknya, Anda berhak curiga  jika dalam 1 bulan karyawan Anda sering izin dengan berbagai macam alasan, lalu ditambah dengan bolos (tanpa keterangan) selama berhari-hari.
Waspadalah, karena laporan kehadiran seperti ini adalah salah satu tanda karyawan yang tidak produktif.
Mulailah bersikap tegas jika karyawan Anda sering izin dan bolos kerja tanpa alasan yang masuk akal. 
2. Produktivitas Karyawan Berdasarkan Kedisiplinan Menggunakan Jam Kerja

Laporan kehadiran yang terbebas dari izin atau bolos sebenarnya belum menjamin produktivitas karyawan secara penuh. Anda juga harus melihat bagaimana kedisiplinan mereka dalam menggunakan jam kerja. Apakah mereka selalu datang ke kantor tepat waktu? Apakah mereka menggunakan jam istirahat secara bijak? Apakah mereka puang kerja pada waktu yang tepat?
Tiga pertanyaan tersebut juga harus Anda perhatikan.
Percuma saja karyawan Anda selalu hadir ke tempat hotel, tapi setiap hari selalu terlambat dan pulang lebih cepat. Tentu hasil kerjanya patut dipertanyakan. Kebiasaan karyawan yang tidak disiplin juga dapat berpengaruh buruk terhadap karyawan lainnya. Bisa jadi, karyawan lain ikut-ikutan tidak disiplin karena meniru kebiasaan buruk temannya. Ujung-ujungnya, Anda sebagai bos yang harus menanggung kerugian akibat ulah karyawan seperti itu.
3. Produktivitas Karyawan Berdasarkan Keseharian dalam Bekerja

Produktivitas karyawan dalam bekerja tidak hanya ditentukan oleh kehadiran dan kedisiplinan mereka dalam menggunakan jam kerja. Sekarang, lihatlah keseharian mereka dalam bekerja. Apakah mereka terlihat semangat dalam bekerja? Apakah mereka terlihat antusias ketika Anda berikan proyek baru? Apakah rona wajah mereka selalu tersenyum, senang, dan bahagia ketika berhadapan dengan komputer-komputer di kantor?
Cobalah lebih empati terhadap keseharian karyawan Anda.
Mulailah waspada jika mereka lebih sering terlihat lesu, murung, banyak mengeluh, dan tidak semangat setiap kali bekerja. Ciri-ciri seperti ini menunjukkan rendahnya produktivitas karyawan. Membiarkan karyawan bekerja dalam kondisi tidak semangat secara terus - menerus hanya akan membuat hasil kerja mereka tidak maksimal.
Untuk itu, coba pahami mengapa karyawan Anda sering terlihat kurang semangat dalam bekerja. Jika hanya terjadi sesekali tidak masalah. Itu manusiawi.
4. Produktivitas Karyawan Berdasarkan Hasil Kerja
Ciri-ciri produktivitas karyawan yang keempat dapat dilihat dari performa atau hasil kerja yang mereka lakukan. Jika hasil kerja mereka dapat selesai tepat waktu dan menunjukkan performa yang baik, itu berarti karyawan Anda bekerja secara produktif. Sebaliknya, jika hasil kerja karyawan Anda sering molor dan selalu di bawah standar, bisa jadi hal ini menunjukkan rendahnya produktivitas mereka.
Namun, akan sangat kurang bijak jika Anda menilai produktivitas karyawan berdasarkan hasil kerja mereka saja. Sebab, performa kerja karyawan ditentukan oleh banyak hal. Ketika performa mereka buruk, bisa jadi bukan disebabkan oleh rendahnya produktivitas, namun karena alasan lain, seperti: minimnya keterampilan, tingginya tuntutan dan tekanan kerja, atau buruknya lingkungan kerja.
Untuk itu, Anda perlu memperhatikan 3 poin sebelumnya dalam menilai produktivitas karyawan Anda dalam bekerja.
Nah, dari keempat poin di atas, apakah Anda menemukan tanda-tanda karyawan yang tidak produktif di perusahaan Anda? Berapa kira-kira jumlah karyawan Anda yang tidak produktif? Apakah jumlah karyawan produktif Anda lebih sedikit daripada karyawan yang tidak produktif.


Pendekatan pokok yang seharusnya dilakukan adalah dalam perubahan sikap manajer untuk menghadapi karyawan. Unsur sikap manajer akan berpengaruh nyata untuk mengelola karyawan yang tergolong sulit. Untuk itu beberapa hal yang perlu dilakukan manajer antara lain adalah :
  • Karena relatif langsung berhubungan dekat dengan karyawan maka sebaiknya manajer mengetahui dan memahami karakter karyawannya masing-masing.
  • Menunjukkan keteladanan sebagai pimpinan dalam berbagai hal mulai dari kejujuran, kedisiplinan kerja, keadilan,tanggung jawab hingga kecakapan berkomunikasi.Kalau ini dilakukan maka rasa hormat kepada manajer akan meningkat.
  • Menghargai pendapat, prakarsa, dan kreatifitas karyawan walau sekecil apapun. Selain itu manajer harus mampu menjadi pendengar yang baik dan penuh perhatian kalau karyawan mengemukakan suatu masalah. Hal ini untuk memberi motivasi kerja bagi para karyawan.
  • Mampu mendelegasikan tugas kepada para karyawan untuk pekerjaan tertentu. Tindakan ini merupakan bentuk kepercayaan kepada karyawan yang dianggap mampu melaksanakannya.
  • Menghindari timbulnya konflik dengan karyawan. Cegah adanya tekanan-tekanan psikologis dalam bentuk ancaman, provokasi, dan hukuman-hukuman tanpa alasan yang jelas  kepada karyawan. 

Dengan semakin banyaknya orang yang berada dalam satu perusahaan maka akan muncul pula pergesekan-pergesekan atau konflik didalam perusahaan, beberapa diantaranya adalah pendapat, anggapan tentang diskriminasi hak karyawan, miscommunication, karyawan yang bermasalah serta masih banyak lagi. Disinilah yang kadang menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pemimpin, dan kadang dianggap menjadi salah satu tantangan yang berat. Sehingga rahasia mengatasi karyawan bermasalah disajikan untuk Anda yang sedang memiliki beberapa masalah dengan karyawan bermasalah.

Salah satu masalah dalam perusahaan yang sering dikeluhkan para pemimpin perusahaan adalah bagaimana cara mengatasi karyawan yang bermasalah. Hal ini hendaknya menjadi perhatian khusus bagi para pemimpin perusahaan, mengapa karyawan mereka menjadi bermasalah dalam perusahaan. Lalu bagaimana caranya mengatasi karyawan yang bermasalah dalam perusahaan?



Tips Mengatasi Karyawan Yang Susah Diatur
1. Pahami temperamen karyawan

Tips pertama rahasia mengatasi karyawan bermasalah adalah pahami tempramen karyawan. Seorang karyawan adalah manusia yang memiliki temperamen atau sifat alami yang dibawa sejak lahir. Secara umum karakter manusia dibagi menjadi empat, yakni Sanguinis, Kholeris, Melankolis, serta Plegmatis. Kenyataannya,temperamen manusia tidak hanya satu namun bercampur. Temperamen ini tidak dapat hilang karena ini merupakan pembawaan alami yang dimiliki semua manusia. Memahami temperamen karyawan adalah tugas penting yang harus dilakukan para pemimpin perusahaan terlebih lagi ketika perekrutan kerja. Dengan mengenali karakter serta temperamen mereka akan memudahkan anda sebagai pemimpin untuk mengenal lebih dalam bagaimana karakter karyawan anda serta mengatur karyawan dalam hal mengatur kinerja mereka.


2. Menunjukan sikap peduli

Rahasia mengatasi karyawan bermasalah kedua adalah dengan menunjukkan sikap peduli. Hal kedua untuk mengatasi karyawan yang bermasalah adalah dengan memahami masalah apa sajakah yang sedang dihadapi karyawan. Tidak hanya masalah saja, namun juga kebutuhan apa saja yang dibutuhkan karyawan. Kadang masalah yang sedang karyawan hadapi bukan hanya disebabkan karena banyaknya tekanan didalam perusahaan namun juga karena karyawan memiliki permasalahan sendiri yang berasal dari luar perusahaan hingga akhirnya bisa berdampak pada pekerjaan mereka. Untuk itu sebagai seorang pemimpin anda juga harus tanggap dengan permasalahan yang sedang dihadapi karyawan anda, anda dapat melakukannya dengan cara menanyakan kabar, menanyakan maslah yang sedang dihadapi atau memulai topic pembicaraan ringan, dengan begitu mereka akan merasa bahwa anda memiliki kepedulian terhadap karyawan.

3. Heart to Heart


Selanjutnya setelah mengenali masalah apa yang sedang dihadapi karyawan, hal selanjutnya yang dapat anda lakukan untuk mengatasi karyawan yang bermasalah adalah dengan mengajak mereka untuk sharing atau berbicara dari hati ke hati. Ajaklah mereka untuk mengobrol secara intens.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

New York Bakal Punya Restoran Khusus Acar Goreng | Konsultan Bisnis Manajemen

KONSULTAN HOTEL & RESTORAN BERPENGALAMAN, +62 813-9864-6177.  New York Bakal Punya Restoran Khusus Acar Goreng. Restaurant New York...